Rabu, 21 Agustus 2024

Senam Pagi dan Aneka Lomba Meriahkan Family Gathering STT Dumai 2024

 

Minggu 11 Agustus 2024, Kampus Sekolah Tinggi Teknologi (STT Dumai) mengadakan kegiatan Family Gathering untuk seluruh keluarga dosen dan karyawannya. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan Dies Natalis ke-21 tahun STT Dumai di tahun ini. Kegiatan berlangsung ceria dan dan penuh kekeluargaan ini memang digagas untuk mempererat silahturahmi antar keluarga besar yang berkarya dan mengabdi di STT Dumai di bawah naungan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI Dumai).

Pagi hari diawali dengan kegiatan Senam pagi sehat yang dipandu oleh instruktur senam diikuti oleh seluruh peserta dengan antusias dan heboh. Selain diikuti dosen dan karyawan kegiatan senam juga diikui seluruh anak-anak dosen dan karyawan sehingga suasana semakin  ramai dan penuh tawa. Berikutnya kegiatan family gathering diisi dengan kegiatan semi outbond dan lomba-lomba perorangan untuk anak-anak serta per grup untuk orang tuannya.

Hari itu juga diselesaikan lomba Tenis Meja dan Domino antar dosen dan karyawan yang memasuki babak semi final dan final. Persaingan sengit dan keriuhan supporter  lomba menjadi suatu hal yang berkesan hari tersebut. Setelah Ishoma sholat Zuhur acara dilanjutkan dengan Lomba Karaoke Family dan juga Lomba Karaoke antar grup STT Dumai, tentunya semakin ceria dan penuh tawa. Karena disaksikan oleh semua peserta yang hadir dengan antusias dan penuh canda.

Pembacaan dan penyerahan juara seluruh lomba dilakukan setelah Ishoma shalat Ashar dan menjadi acara puncak pada kegiatan Family Gathering STT Dumai. Para pemenang diberikan hadiah oleh Pembina Yayasan YLPI Dumai Bapak dr, H Sunaryo, Ibu Ketua Dra.Sirlyana, MP, Puket I Bapak Juni, ST, MT dan juga Bapak Puket II Bapak Dr. H. Ir. Yusrizal, MM.

Selain hadiah lomba juga disampaikan selingan hadiah Door Prize yang membuat deg degkan semua peserta family gathering. Kegiatan yang penuh keakraban dan kekeluargaan itu ditutup dengan doa bersama semoga keluarga besar STT Dumai semakin sukses dan penuh semangat dalam bekarya di masa depan. Dan STT Dumai tetap menjadi kampus bidang teknologi rekayasa yang diminati dan dipilih oleh masyarakat Kota Dumai dan sekitarnya. Demikian disampaikan Ketua Panitia Family Gathering Bapak Muhammad Arif, ST, MT disela-sela berlangsungnya acara tersebut.


Senin, 07 November 2022

Selasa, 29 Maret 2022

Hukum Tilawah Al Quran Bagi Umat Islam

 


Pengertian tilawah adalah membaca Al Quran sesuai dengan bunyi huruf bacaannya, memahami arti yang dibaca tersebut, dan menerapkan ke dalam perilaku atau menjadikankanya sebagai pedoman dalam kehidupan anda. Begitulah sesungguhnya makna tilawah yang ingin disampaikan kepada anda sebagai mahasiswa yang membaca buku motivasi ini nantinya. Sebagai mahasiswa  muslim saat ini, apa anda sudah bisa membaca Al Quran dengan baik dan benar? Apa anda yakin bahwa bacaan anda selama ini sudah sesuai dengan bacaan Rasulullah Muhammad SAWApakah anda percaya diri bahwa telah membaca setiap huruf dalam Al Quran sesuai dengan sifat-sifatnya dan tepat pula makhroj-nya? Kapan terakhir kali anda membaca Al Quran sambil didengar oleh guru dan dikoreksi kesalahannya?

Hal ini yang sangat amat penting untuk kita garis bawahi. Bahwa ketika anda membaca Al Quran tanpa ilmu tajwid, maka bisa jadi kita jatuh pada sebuah kesalahan fatal; mengubah firman Allah SWT tanpa kita sadari. Ketika kita tak bisa membedakan cara membaca huruf ح dengan ه,  ث  dengan س,ق  dengan ك ,  dan lain sebagainya, maka kita bisa mengubah arti bacaan dan berbeda jauh dari aslinya. Misalkan; ketika kita membaca surat Al Ikhlash. Kita membaca qul dengan kul, sungguh kita telah benar-benar merusak artinya. Qul huwallahu ahad berarti “Katakanlah; Dialah Allah yang Maha Esa” sementara kul huwallahu ahad berarti “Makanlah; Dialah Allah yang Maha Esa.” Na’udzubillah tsumma na’udzubillah. Ini baru 1 ayat, dengan contoh 2 huruf yang seringkali salah diucapkan oleh kebanyakan orang. Bagaimana dengan kesalahan ucap 26 huruf lainnya?

Jika anda belum bisa membaca Al Quran dengan baik dan benar, belum yakin kalau bacaannya sesuai dengan bacaan Rasulullah Muhammad SAWbelum percaya diri kalau kamu telah membaca setiap huruf dalam Al Quran sesuai dengan sifat dan makhroj-nya, dan jika anda telah lama sekali tidak membaca Al-Quran di hadapan guru dan mendapat koreksi darinya. Maka sudah semestinya anda mulai mempertimbangkan untuk belajar tahsin tilawah Al Quran kepada orang atau lembaga pendidikan yang mengajarkannya dengan lebih sempurna lagi.

Apakah yang dimaksud dengan tahsin tilawah Al Quran? Tahsin tilawah Al Quran itu memperbaiki atau memperindah bacaan Al Quran kita sehingga bacaan kita sesuai dengan bacaan Rasulullah Muhammad SAW yakni; mengeluarkan huruf dari makhroj-nya, memenuhi sifatnya dan memperhatikan hukum bacaannya atau dengan kata lain memperindah bacaan agar sesuai tajwid.

Sesungguhnya terdapat beberpa penyebab kenapa anda harus benar-benar berniat dan harus  belajar tahsin tilawah Al Quran dengan serius, yaitu sebagai berikut : Pertama bahwa membaca Al Quran sesuai Tajwid itu hukumnya Fardhu ain. Meskipun mempelajari teorinya berhukum fardhu kifayah, namun praktik membaca Al Quran sesuai tajwid itu hukumnya wajib bagi setiap muslim. Bagaimana bisa kita membaca Al Quran sesuai dengan tajwid jika kita enggan untuk belajar tahsin? Bahkan Allah SWT memerintahkan anda untuk mentartilkan atau mengindahkan pembacaannya mentajwidkan huruf-hurufnya dengan mengetahui tempat-tempat berhentinya, seperti dalam salah satu surat di dalam Al Quran yaitu;

Dan tartilkanlah Al Quran dengan setartil-tartilnya (Muzammil: ayat 4)

Kedua tentunya sebagai bentuk memuliakan Al Quran. Sebagaimana anda tahu, Al Quran adalah wahyu Allah SWT yang ditujukan kepada anda melalui Rasulullah  Muhammad SAW dengan diperantarai oleh malaikat Jibril ‘alaihissalam. Pantaskah anda membacanya dengan sembarangan? Padahal ia adalah firman Allah SWT  yang Maha Mulia.

Hal ini yang sangat amat penting untuk anda garis bawahi. Bahwa ketika anda membaca Al Quran tanpa ilmu tajwid, maka bisa jadi anda jatuh pada sebuah kesalahan fatal; mengubah firman Allah SWT tanpa anda sadari.

Jika selama ini anda merasa bahwa bacaan Al Quran anda tak membekas dalam dada, tak mengobati hati yang duka, tak semangati jiwa yang merana, sungguh anda patut bertanya apa yang salah dengan bacaan Al Quran anda? Sebab Allah SWT menjanjikan dalam Al Quran bahwa ia adalah obat bagi jasmani yang sakit serta ruhani yang merasa terhimpit. Jika anda tak mendapatkannya, tentu bukan Allah SWT yang ingkar janji, tapi ternyata anda sendiri yang belum memenuhi syarat untuk meraih janji-Nya. Maka salah satu syaratnya adalah dengan membaca Al Quran tersebut sesuai dengan tajwidnya; Memenuhi setiap hak huruf-hurufnya.

Dan betapa banyak orang yang mendapat hidayah setelah mendengar bacaan Al Quran yang bagus. Sungguh, tidakkah anda tergiur agar dari lisan anda terketuk hati-hati orang untuk mencintai kalam-Nya? Tidak perlu jauh-jauh bicara orang sedunia, setidaknya berharaplah agar dengan bacaan anda, keluarga anda akan mencintai ayat-ayat-Nya. Rasulullah Muhammad SAW telah bersabda :

Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Quran dan

mengajarkannya ( HR. Bukhari)

Apalagi yang lebih istimewa dari hal ini? Apa yang lebih menggembirakan selain hal ini? Ketika kita hamba yang penuh alpha disebut Allah SWT dan Rasul-Nya sebagai sebaik-baik manusia. Nah, setelah membaca bab ini apakah anda masih enggan untuk belajar tahsin tilawah Al Quran? Semoga setiap hari Allah SWT gerakkan hati anda untuk selalu memuliakan kitab-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Apa itu Al Quran

 

Pengertian  Al Quran sesuai bahasa adalah bacaan atau yang dibaca. Menurut istilah, pengertian Al Quran adalah kalam atau ucapan Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Al Quran diturunkan melalui malaikat Jibril yang dihimpun dalam mushaf yang merupakan mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW.

Al Quran atau Quran adalah sebuah kitab suci utama dalam agama Islam, yang umat Muslim percaya bahwa kitab ini diturunkan oleh Tuhan, yakni Allah SWT  kepada Nabi Muhammad SAW.  Kitab ini terbagi ke dalam beberapa surah (bab) dan setiap surahnya terbagi ke dalam beberapa ayat. Umat Muslim percaya bahwa Al Quran difirmankan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril AS secara berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari atau rata-rata selama 23 tahun, dimulai sejak tanggal 17 Ramadan, saat Nabi Muhammad berumur 40 tahun hingga wafat pada tahun 632 masehi. Umat Muslim menghormati Al Quran sebagai sebuah mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW, sebagai salah satu tanda dari kenabian, dan merupakan puncak dari seluruh pesan suci atau wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT sejak Nabi Adam dan diakhiri dengan Nabi Muhammad. 

Kata Quran disebutkan sebanyak 70 kali di dalam Al Quran itu sendiri. Al Quran menjelaskan sendiri bahwa isi dari Al Quran adalah sebuah petunjuk. Terkadang juga dapat berisi cerita mengenai kisah bersejarah, dan menekankan pentingnya ajaran tentang moral. Al Quran digunakan bersama dengan hadis untuk menentukan hukum syariah.

Secara bahasa diambil dari kata yang berarti sesuatu yang dibaca. Arti ini mempunyai makna anjuran kepada umat Islam untuk membaca Al Quran. Al Quran juga bentuk ucapan yang berarti menghimpun dan mengumpulkan. Dikatakan demikian sebab seolah-olah Al Quran menghimpun beberapa huruf, kata, dan kalimat secara tertib sehingga tersusun rapi dan benar.

 Oleh karena itu Al Quran harus dibaca dengan benar sesuai sesuai dengan makhraj dan sifat-sifat hurufnya, juga dipahami, diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan apa yang dialami masyarakat untuk menghidupkan Al Quran baik secara teks, lisan ataupun budaya. Bahkan Al Quran secara harfiyah berarti bacaan yang sempurna. Ia merupakan suatu nama pilihan Allah SWT yang tepat, karena tiada suatu bacaanpun sejak manusia mengenal tulis baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al Quran, bacaan sempurna lagi mulia.

Selain itu Al Quran mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun qira’ah berarti menghimpun huruf-huruf dan katakata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yang tersusun rapih. Quran pada mulanya seperti qira’ah, yaitu mashdar dari kata qara’a, qira’atan, qur’anan.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran yang artinya:

Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Quran, dan pasti Kami pula yang

memeliharanya. (Al-Hijr ayat: 9).

Menurut istilah Al Quran adalah firman Allah SWT yang disampaikan oleh Malaikat Jibril dengan redaksi langsung dari Allah SWT. Kepada Nabi Muhammad SAW, dan yang diterima oleh umat Islam dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan sama sekali.

Al Quran merupakan qodim pada makna-makna yang bersifat doktrin dan makna universalnya saja, namun juga tetap menilai qodim pada lafalnya. Sementara menurut para ahli ushul fiqh Al Quran secara istilah adalah kalam Allah yang mengandung mukjizat (sesuatu yang luar biasa yang melemahkan lawan), diturunkan kepada penutup para Nabi dan Rosul (yaitu Nabi Muhammad SAW), melalui Malaikat Jibril, tertulis pada mushaf, diriwayatkan kepada kita secara mutawatir, membacanya dinilai ibadah, dimulai dari surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Nas.

Berdasarkan definisi di atas, maka setidaknya ada lima faktor penting yang menjadi faktor karakteristik Al Quran, yaitu:  bahwa sesungguhnya Al Quran adalah firman atau kalam Allah SWT, bukan perkataan Malaikat Jibril ( dia hanya penyampai wahyu dari Allah SWT ), bukan sabda Nabi Muhammad SAW. ( beliau hanya penerima wahyu Al Quran dari Allah SWT ), dan bukan perkataan manusia biasa, mereka hanya berkewajiban mengamalkannya. Al Quran hanya diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak diberikan kepada Nabi-nabi sebelumnya. Kitab suci yang diberikan kepada para nabi sebelumnya bukan bernama Al Quran tapi memiliki nama lain; Zabur adalah nama kitab yang diberikan kepada Nabi Daud, Taurat diberikan kepada diberikan kepada Nabi Musa, dan Injil adalah kitab yang diberikan kepada Nabi Isa.

 Al Quran adalah mukjizat, maka dalam sepanjang sejarah umat manusia sejak awal turunnya sampai sekarang dan mendatang tidak seorangpun yang mampu menandingi Al Quran, baik secara individual maupun kolektif, sekalipun mereka ahli sastra bahasa dan sependek-pendeknya surat atau ayat. Diriwayatkan secara mutawatir artinya Al Quran diterima dan diriwayatkan oleh banyak orang yang secara logika mereka mustahil untuk berdusta, periwayatan itu dilakukan dari masa ke masa secara berturut-turut sampai kepada anda.  saja yang di anggap ibadah, sekalipun membaca tidak tahu maknanya, apalagi jika ia mengetahui makna ayat atau surat yang dibaca dan mampu mengamalkannya. Adapun bacaam-bacaan lain tidak dinilai ibadah kecuali disertai niat yang baik seperti mencari ilmu. Jadi, pahala yang diperoleh pembaca selain Al Quran adalah pahala mencari ilmu, bukan substansi bacaan sebagaimana dalam Al Quran. Nama dan Sifat Al Quran juga mempunyai banyak nama yang kesemuanya menunjukan ketinggian peran dan kedudukannya. Dengan kata lain, Al Quran merupakan kitab samawi yang paling mulia. Di antara nama-nama Al Quran adalah: Al Furqan, At Tanzil, Ad -Dzikr, dan Al Kitab.

Maka tentunya anda seharusnya selalu membaca Al Quran dengan tekun agar semakin paham dengan makna dan ilmu yang ada di dalamnya, yang juga telah dihitung sebagai amal yang dicatat bagi kebaikan anda di dunia dan akhirat, bahkan dikatakan membaca Al Quran di hitung pahalanya bukan dari satu juz, satu surat, atau satu ayat yang selesai anda baca, bahkan sudah diberikan pahala kebaikan dari membaca satu hurufnya dengan balasan sepuluh kebaikan untuk anda. Subhanallah.

Senin, 27 Mei 2019

Ceramah Yang Membuat Kita Menangis


Siapa diantara kita yang tidak mengenal Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani? Nama beliau tidaklah asing di telinga kita, bukan? Banyak masyarakat yang mengadakan acara manaqib bertema Manaqib Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani. Di dalam acara tersebut dibacakan kata-kata mutiara dan perilaku yang dilakukan oleh beliau. Beliau terkenal sebagai orang yang berhati mulia dan jujur. Antara ucapan dan perbuatannya, sama. Ucapannya berbanding lurus dengan amalnya.
Di masanya, setiap kata yang meluncur dari lisannya disambut oleh umat dengan tangis haru dan perasaan takut kepada Allah.
Salah satu kisah Syeikh Abdul Qadir yang bisa kita ambil hikmahnya adalah ketika beliau berceramah menggunakan bahasa yang sangat sederhana, bahkan teramat sederhana menurut ukuran kita. Anaknya yang juga ahli berceramah dan gemar menuntut ilmu, berkata dalam hatinya, “Jika aku diizinkan ceramah, akan lebih banyak manusia yang menangis karena mendengar ceramahku.”
Tibalah saat dimana sang anak disuruh oleh ayahnya untuk berceramah, “Wahai anakku, berdiri dan berceramalah.” Sang anak berdiri dan menyampaikan tausyiah kepada hadirin dengan kalimat yang indah, tidak lupa mengutip firman Allah, hadis-hadis Nabi, syair dan ungkapan-ungkapan ahli hikmah. Namun, tidak ada seorang pun yang menangis bahkan mereka merasa bosan mendengar ceramahnya.
Selepas itu, giliran ayahnya yang naik mimbar dan menyampaikan ceramahnya. Dalam ceramahnya, ia berkata, “Para hadirin, tadi malam isteriku menghidangkan ayam panggang yang sangat lezat, tapi tiba-tiba seekor kucing datang dan memakannya.”
Mendengar kalimat tersebut, para jamaah pengajian menangis histeris. Dalam dirinya, sang anak berkata, “Aneh…aku bacakan firman Allah, hadis-hadis nabi, syair dan berbagai hikmah, tidak ada yang menangis. Tapi, ketika ayahku menyampaikan ucapan yang tidak ada artinya, mereka justru menangis. Sungguh aneh, apa sebabnya?”
Pembaca yang budiman, mari bersama kita mengambil hikmah dari kisah di atas. Mengapa ceramah Syeikh Abdul Qadir lebih merasuk ke dalam hati pendengarnya dibanding ceramah putranya. Padahal ceramah, seperti yang kita ketahui, bertaburan ayat-ayat dan hadis-hadis?
Bukan salah Al-Quran, hadis, atau ungkapan kaum shalihin, yang menyebabkan para hadirin tidak tersentuh hatinya. Namun permasalahnnya adalah ketika ayat-ayat yang suci dan ucapan-ucapan yang mulia itu disampaikan, apakah diutarakan pula dengan hati yang suci? Apakah hadis-hadis Nabi yang mulia juga disampaikan dengan hati yang mulia? Di sinilah letak persoalannya.
Habib Umar bin Hafidz mengatakan, inti ceramah bukan terletak pada susunan kalimat, tapi pada kesucian hati dan sifat kejujuran si pembicara. Para hadirin menangis karena mengartikan kucing yang memakan ayam adalah setan yang mencuri amal manusia dengan cara menimbulkan riya`, ujub dan sombong.
Ada pula yang menangis histeris karena mengartikan cerita itu dengan su-ul khatimah. Mereka takut jika akhir usia mereka berakhir dalam keadaan yang tidak baik. Ia sudah menikmati beragam ibadah dan siap menuai hasilnya, namun tiba-tiba semuanya buyar karena suatu perbuatan yang datang tanpa diduga.
Itulah sikap takut mereka kepada Allah yang membuat mereka menangis setelah mendengar ceramah yang kalimatnya biasa-biasa saja. Ucapannnya memang sederhana tapi menerbitkan cahaya di hati, berkat cahaya hati Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani.
Hati yang bening, ikhlas dan jujur akan memberikan manfaat yang sangat besar dalam perilaku kita. Hati yang demikian itu hanya bersandar kepada Allah Subhanahu Wata’ala, memohon kepada Allah agar diberi sikap ikhlas dan shidiq. Semoga Allah membeningkan kalbu kita hingga menjadi qalbun salim (hati yang sehat), terhindar dari qalbun mayyit dan qalbun mariidh.

Selasa, 14 Mei 2019

Akhir Zaman, Ditandai Memburu Dunia dan Menjual Akhirat



Dari Abu Hurairahra, Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ رِجَالٌ يَخْتِلُوْنَ الدُّنْيَا بِالدِّينِ يَلْبَسُوْنَ لِلنَّاسِ جُلُوْدَ الضَّأْنِ مِنَ اللِّينِ، أَلْسِنَتُهُمْ أَحْلَى مِنَ السُّكَّرِ، وَقُلُوْبُهُمْ قُلُوْبُ الذِّئَابِ، يَقُوْلُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَبِي يَغْتَرُّوْنَ، أَمْ عَلَيَّ يَجْتَرِئُوْنَ؟ فَبِي حَلَفْتُ لَأَبْعَثَنَّ عَلَى أُولَئِكَ مِنْهُمْ فِتْنَةً تَدَعُ الحَلِيْمَ مِنْهُمْ حَيْرَانًا
“Akan keluar di akhir zaman nanti beberapa orang yang mencari dunia dengan amalan din, mereka mengenakan pakaian di tengah-tengah manusia dengan kulit kambing yang lembut, lisan mereka lebih manis dari pada gula, tetapi hati mereka adalah hati srigala. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Apakah terhadap-Ku mereka berani menipu ataukah mereka berani melawan Aku? Maka dengan Kebesaran-Ku, Aku bersumpah, Aku benar-benar akan mengirim kepada mereka fitnah yang mengakibatkan ulama yang teguh hati pun menjadi bingung.” [HR.At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi, Kitab Az-Zuhd, no. 2515]

Hadits ini, jika ditinjau dari semua jalan periwayatannya maka termasuk hadits dha‘if (lemah), akan tetapi masing-masing darinya menguatkan yang lain. At-Tirmidzi menetapkan bahwa hadits Ibnu Umar rhuma itu berderajat hasan.Al-Mundziri menukilkan penetapan hasan oleh At-Tirmidzi ini dan mengakui kebenarannya. Oleh karena itulah kedudukan hadits-hadits ini adalah hasan li ghairihi atau dha‘if yang dikuatkan.

Bersegera beramal sebelum datangnya fitnah
Rasulullah Shalalalahu ‘Alaihi Wassallam menggambarkan bahwa fitnah akhir zaman itu bagai sepotong malam yang gelap. Seperti bila kita berada di tengah hutan pada waktu malam, tanpa lampu penerang, tanpa rembulan dan bintang, bahkan sekedar cahaya kunang-kunang.Kegelapan yang membuat seseorang bahkan tidak mampu untuk melihat tangannya sendiri, apalagi benda-benda di sekitarnya.
Kondisi hidup yang semacam ini sangat berpotensi untuk menggelincirkan siapapun.Efek fatal fitnah yang gulita ini dapat membuat seorang yang di pagi hari masih beriman namun di sore hari menjadi kafir.Atau di sore hari beriman namun pada pagi harinya kafir.
Karenanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam memerintahkan agar seorang hamba tidak menunda kebaikan dan amal shalih yang dapat dikerjakannya:
Bersegeralah kalian melakukan amal shalih sebelum datangnya berbagai fitnah yang seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita.Pada waktu pagi seorang masih beriman, tetapi di sore hari sudah menjadi kafir; dan pada waktu sore hari seseorang masih beriman, kemudian di pagi harinya sudah menjadi kafir.Dia menjual agamanya dengan sekeping dunia” HR. Muslim no. 169, Tirmidzi no. 2121, dan Ahmad no. 7687.]

Fenomena penjual agama di akhir zaman
Nubuwat  tentang  keharusan untuk bersegera beramal shalihmengisyaratkan tentang datangnya masa di mana manusia akan dengan sangat mudah menjual agamanya dengan dunia. Fenomena ulama su’ adalah gambaran yang paling mewakili kondisi di atas.Iming-iming harta, tahta, wanita dan popularitas dunia telah banyak menggelincirkan para ulama su’.Di antara mereka ada yang berkedok sebagai ilmuan atau cendekiawan muslim, padahal sejatinya adalah para pengasong agama yang profesinya sebagai tukang permak ayat dan hadits sesuai tuntutan dan selera tuan besarnya. Ada juga yang awalnya da’I atau mubaligh yang proses kemunculannya melalui semacam AU di tassi atau ajang pencarian

bakat.  Mereka tiba-tiba tenar karena skenari opera pemilik industry media.Niat berdakwah sudah bergeser.Perannya di masyarakat bukan lagi sebagai pembimbing  umat, namun sudah selevel dengan para selebritis papan atas; penghibur dan menjadi tontonan yang mengasyikkan, yang setiap kali manggung ada tawar-menawar tarif.Moment Ramadhan menjadi ladang yang menggiurkan.Da’i-da’iselebritis ini melihatpeluang yang besar untuk meraup keuntungan. Sebab, saat semacam itu media televisi memang berlomba untuk menaikkan rating iklannya dengan acara-acara hiburan yang berbau spiritual. Dan mereka akan menjadi tokoh utamanya.
Namun ada juga yang memang dari awal sudah didesain oleh suatu kelompok atau lembaga tertentu agar tokoh tersebut menjadi mascot produknya.Dengan bekal gelar doktor atau pakar ahli, para tokoh itu dengan sangat mudah untuk melegalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Menebar fitnah, memusuhi pembela syariah dan tiada henti menyesatkan manusia dari jalan Allah telah pekerjaan pokoknya.Tentu saja dengan imbalan dan bayaran yang sangat menggiurkan.

Bahkan para ulama jujur pun dibuatnya bingung
Dr. Al-Mubayyadh mengomentari hadits di atas;“Hadits ini menunjukkan sekelompok manusia yang menampakkan dirinya sebagai ahlii badah, zuhud, dan lembut tutur katanya serta menyenangkan. Padahal mereka ini pada hakikatnya pencari dunia. Dunia adalah cita-cita terbesar mereka atau menjadi sesembahan mereka yang pertama.
Keadaan lahiriah mereka berlawanan dengan kondisi bathiniyah mereka.Hati mereka menyelisih lisan mereka.Mereka mencari dunia dengan mengerjakan amalan akhirat.Kelompok manusia seperti inilah yang menjadi penyebab fitnah di masyarakat.Fitnah apalagi yang lebih besar daripada orang-orang yang tampak sebagai ahli ibadah secarala hiriah, atau tampak sebagai pencari akhirat dalam pandangan orang, tetapi mereka sebenarnya adalah penyembah dunia? Arahan yang benar (menurut mereka) macam apakah yang akan didapatkan masyarakat umum dari orang-orang seperti ini?
Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa adanya kelompok manusia berhati srigala ini di tengah masyarakat merupakan sebab utama terjatuhnya masyarakat kedalam fitnah yang menyesatkan.Saking gelap dan dahsyatnya fitnah itu sehingga menjadikan orang yang paling pantas mengetahui kebenaran pun menjadi bingung dalam mengurusi urusannya.
Jika para ulama dan orang jujur saja dibuat bingung menghadapi fenomena itu, lalu bagaimana dengan kita yang awam? Semoga Allah menyelamatkan kita dari fitnahmereka. Wallahua’lam bishshawab.

Senin, 06 Mei 2019

Menuju Kota Dumai Digital


Dumai Digital City adalah suatu konsep masa depan untuk kota Dumai yang lebih progressif, dinamis dan kompetitif karena ditunjang oleh letaknya yang sangat strategis, merupakan gerbang pelabuhan transit di pesisir timur Sumatera.
Dumai Digital City adalah konsep kota digital masa depan dengan memanfaatkan ICT yang terintegrasi dalam satu sistem yang dikelola oleh Pemerintah Kota Dumai. Berisikan tawaran beberapa fitur layanan publik yang lebih  optimal antara lain :
1. E-Government
Konsep E-Government sudah lama kita kenal dan masing-masing daerah memiliki konsep sendiri dalam konten website mereka. Namun secara umum E-Government Dumai Digital City berisikan antara lain :
a. G2G - Government to Government : antara Pemko Dumai dengan Pemerintah Propinsi. Antara Pemko Dumai dengan Aparatur dibawahnya semisal Kecamatan, Kelurahan dan bahkan sampai ke tingkat RT.

b. Akses ViCom : Video Conference yang memungkinkan rapat koordinasi dan rapat sosialisai suatu program dilakukan baik antara Pemerintah Propinsi ke Pemko Dumai maupun antara Pemerintah daerah lain yang memungkinkan.
c.Portal komunikasi masyarakat Dumai : Sebuah portal dan channel khusus yang berfungsi sebagai media informasi dan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah kota Dumai yang dapat di akses via internet, radio. Manfaatnya warga mengetahui secara langsung arah dan tujuan pembangunan kotanya serta pemerintah mendapatkan masukan apakah aparatur pemerintahannya sudah bekerja secara profesional atau tidak. Sehingga segala bentuk penyimpangan dapat diminimalisir.
d. E-Learning Masyarakat Dumai : Sebuah modul pembelajaran yang disusun sedemikian rupa guna menunjang SDM dan pegawai Pemko Dumai serta dinas terkait dalam menerima, mengguna dan mengembangkan potensi ICT yang sedang digunakan.
e. E-Public Service : Merupakan layanan satu atap dalam pengurusan semua kelengkapan administrasi bagi masyarakat yang terintegrasi secara online dari pihak Pemko Dumai. 
2. E-Booking
Adalah fitur unggulan dari konsep Dumai Digital City mengingat proyeksi kota Dumai sebagai Kota Jasa berbasis ICT lebih terbuka lebar untuk pasar regional maupun internasional.
3. E-Business
Layanan publik yang diperuntukkan bagi kalangan dunia usaha, koperasi , UKM , Home Industry bahkan perajin kecil sekalipun baik kelompok maupun perorangan. Fitur dari E-Business Dumai Digital City meliputi :
1. Peluang Investasi dan Penanaman Modal
2. Pengurusan dan pengajuan Perizinan dan lain-lain
3. Pelayanan Seputar Pajak dan Solusinya
4. Tersedianya Forum Pelaku Bisnis Lokal
Dengan demikian E-Business diharapkan dapat memberikan solusi yang cepat, tepat aman dan nyaman bagi dunia investasi dan pelaku usaha dimanapun berada.
4. E-Society
Dengan E-Society akan memberikan ruang yang lebih luas lagi bagi komponen masyarakat untuk tetap bisa berinteraksi secara lebih luas tanpa harus meninggalkan rumah dan pekerjaan rutin. Membuka berbagai kesempatan dan peluang yang dapat memberikan keuntungan bila dijalankan dengan baik dan sesuai norma pada umumnya. Manfaat yang dapat diambil dengan adanya E-Society adalah :
a.Warga dari berbagai suku dan agama dapat berbaur dalam satu komunitas yang universal sehingga sikap saling menghargai dan menghormati dapat terpelihara.
b.Munculnya paradigma baru dalam bersosialisasi dan berinteraksi sesama warga yang memiliki minat dan keahlian masing-masing. 
c.Saling bertukar informasi, pengetahuan, tips dan menemukan solusi dalam lingkup yang lebih luas.
5. E-Public Information Service
Adalah Layanan Informasi Umum yang dapat diakses via website, SMS Gateway dan mobile device yang kompatibel. Dengan beberapa fitur antara lain :
a. Web Base :
Berisikan informasi yang dapat diakses secara umum melalui website bagi pengguna terdaftar. Memungkinkan penggunanya untuk memposting :
- informasi lowongan
- informasi iklan
- berita dukacita dan kehilangan
- informasi lainnya.
6. E- Schooling
Layanan berbasis website / portal yang bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada anak usia sekolah untuk mendapatkan pendidikan yang murah dan berkualitas. Dirancang dengan system modul dan kurikulum yang disamakan dengan system pendidikan pada umumnya. E-Schooling juga terintegrasi dengan seluruh sekolah bertaraf Internasional.
Manfaat dari E-Schooling ini adalah :
1.Menghemat biaya pembangunan rumah sekolah.
2.Menghemat penggunaan buku (karena sudah ada E-Book)
3.Memberikan Pekerjaan baru bagi Dinas terkait dalam menyiapkan sarana dan prasarana yang berhubungan dengan E-Schooling.
4.Melibatkan peran aktif universitas dan perguruan tinggi yang terkait dalam penyusunan modul pembelajaran.
5.Manfaat lain yang dapat diambil baik langsung atau tidak.
Implementasi dan Teknologi Pendukung
Sebagai sebuah konsep dari Dumai Digital City tentunya memerlukan skala prioritas dari beberapa point solusi diatas akan menjadi bahan pertimbangan baik untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Secara teknologi mungkin sudah tersedia, tinggal bagaimana teknologi tersebut dapat dipahami dan diterima oleh suatu daerah. Oleh karena itu, peran pemerintah, swasta dan masyarakat serta infrastruktur suatu daerah menjadi pemicu cepat atau lambatnya konsep Dumai Digital City dapat berubah menjadi kenyataan dan dapat dinikmati demi kemaslahatan masyarakat dalam arti yang luas.